Banjir di Jl Otista Kampung Melayu Jakarta Timur 1,5 Meter

BanjirJakarta.com - Banjir di Jl Otista Kampung Melayu Jakarta Timur setinggi 1,5 Meter. Banjir masih merendam Jl Otista, Kelurahan Kampung Melayu, Jakarta Timur. Sampai pagi ini, ketinggian air mencapai 1,5 meter.

Akibatnya, jalan dari arah Kampung Melayu ke Cililitan tak bisa dilintasi kendaraan. Otomatis, aktivitas warga sekitar lumpuh total.

"Di Otista 1,5 Meter dalemnya, rumah sudah kelelep," kata Ketua RW 02 Kelurahan Bidaracina, Rokayah, di lokasi, Rabu, (22/14).

Banjir juga merendam rumah warga. Alhasil sekitar 50 KK terpaksa diungsikan ke tempat yang lebih aman.

Sejauh ini, bantuan yang diterima warga cukup aman. Makanan, medis dan obat-obatan sejauh ini tak ada masalah.

"Bantuan Alhamdulillah masih ada dan mencukupi. Untuk posko kita ada dua Sekolahan di Bidara Cina," katanya.
More aboutBanjir di Jl Otista Kampung Melayu Jakarta Timur 1,5 Meter

Kondisi Tol Jatibening-Halim Akibat Banjir Jakarta

BanjirJakarta.com - Kondisi Terkini Ruas Tol Jatibening-Halim Akibat Banjir Jakarta 2014. Tertutupnya berbagai ruas jalan di Jakarta Timur berimbas pada kemacetan arus lalu lintas dari Bekasi menuju Jakarta. Pantauan merdeka.com, Rabu (22/1) pukul 10.30 WIB, arus kendaraan cenderung stagnan sejak kilometer 12 atau pintu tol Bekasi Barat.

Ribuan kendaraan dari Bekasi hanya bisa maju perlahan demi perlahan. Jarak Bekasi Timur-Jatibening sekitar 6 KM harus ditempuh selama hampir dua jam.

Selepas Jatibening, kemacetan ke arah Halim maupun Cawang makin parah. Beberapa penglaju dari Bekasi tampak pasrah dengan situasi ini.

"Terlambat pasti. Tetapi ya mau bagaimana lagi," kata Ida, penumpang APTB rute Bekasi-Bundaran HI. Dia sudah dua jam duduk di bus dan baru mencapai Jatibening. "Teman saya lebih parah tadi pagi, 5 jam perjalanan dari Bekasi ke Halim," tambah Ida yang berkantor di kawasan Sudirman.

"Stres berat," ujar Danar, pengendara mobil yang hendak ke kawasan Semanggi kepada merdeka.com.

Rupanya, kemacetan arah Jakarta dari Bekasi tidak hanya di ruas tol. Di ruas non tol yaitu jalur Kalimalang, kemacetan tampak menggila.

Kendaraan sudah sulit bergerak sejak dari pertigaan Radin Inten arah Halim. Kemacetan sudah terjadi sejak pukul 07.00 WIB hingga pukul 10.30 WIB.
More aboutKondisi Tol Jatibening-Halim Akibat Banjir Jakarta

Ketinggian Air di Pintu Air Manggarai Terkini

BanjirJakarta.com - Ketinggian Air di Pintu Air Manggarai Terkini. Ketinggian air di Pintu Air Manggarai sekitar pukul 10.30 WIB hari ini 22 Januari 2013 berada di 910 sentimeter atau dalam status siaga 2. Ketinggian itu sudah menurun dibandingkan dini hari tadi.

"Semalam menyentuh 925 cm. Lalu berdasarkan instruksi pimpinan pintu yang arah Ciliwung dibuka setinggi 2 meter," ujar petugas pengawas Pintu Air Manggarai Pardjono kepada merdeka.com saat ditemui di lokasi, Rabu (22/1).

Pardjono menambahkan, akibat dibuka setinggi 2 meter, daerah yang biasanya tidak banjir akan terkena imbasnya. Daerah tersebut antara lain Kali Pasir Cikini, Matraman dan Gunung Sahari.

"Biasa pintunya kita buka 60 cm dan bertahap tetapi ini sekaligus," katanya.

Selain itu, pintu air yang mengarah ke Istana juga telah dibuka. "Tetapi nanti kan di Pintu Air Istiqlal diatur lagi mau dibuang ke Gunung Sahari atau kemana," tuturnya.

Pardjono memprediksikan debet air di Pintu Air Manggarai akan turun. Hal itu karena di Katulampa ketinggian air saat ini 80 cm dan di Depok 200 cm.

"Cuaca di sana juga cerah," katanya.
More aboutKetinggian Air di Pintu Air Manggarai Terkini

Jumlah Kecamatan yang Kebanjiran di Jakarta 2014

BanjirJakarta.com - Jumlah Kecamatan yang Kebanjiran di Jakarta 2014. Banjir yang melanda Ibu Kota sejak Minggu (12/1) lalu, setidaknya telah merendam 33 kecamatan di seluruh wilayah Jakarta. Tidak hanya itu, banjir juga menyebabkan jalan di beberapa wilayah terputus sehingga membuat kemacetan di Jakarta semakin parah.

"Banjir saat ini merendam 33 kecamatan dan 99 kelurahan. Dengan 119.397 jiwa yang terdampak, terdapat 89.334 yang mengungsi di 338 lokasi," ujar Kasie Informasi Pusdalops BPBD DKI, Bambang Surya Putra, (Rabu 22/1).

Bambang mengatakan, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, banjir pada tahun ini merupakan peristiwa terparah yang melanda Jakarta. Bahkan menurut Bambang, puncak banjir diperkirakan pada Sabtu (18/1) lalu.

"Kalau lihat status siaga II di Manggarai, mestinya lebih parah banjir kemarin yang statusnya siaga I. Tapi kita lihat fakta di lapangan, khususnya di sekitar Ciliwung dampaknya lebih parah," ujarnya.

Bambang mengatakan, wilayah Jakarta Timur merupakan wilayah terbesar terdampak banjir. Setidaknya dari 10 kecamatan di Jakarta Timur hanya Kecamatan Duren Sawit dan Ciracas yang tidak dilaporkan terendam banjir hingga Rabu (22/1).

"Terdapat 67.640 jiwa yang terdampak banjir dan sebanyak 19.243 dilaporkan telah mengungsi.
Para pengungsi berada di 103 lokasi pengungsian," papar Bambang.
More aboutJumlah Kecamatan yang Kebanjiran di Jakarta 2014

Banjir di Jakarta Utara Rendam 56 Sekolah

BanjirJakarta.com - Banjir di Jakarta Utara Rendam 56 Sekolah. Hujan deras yang terjadi di sejumlah lokasi di Jakarta mengakibatkan wilayah ibu kota direndam banjir. Sebab, pendangkalan sungai, minimnya daerah resapan air di Jakarta mengakibatkan air hujan tak dapat diresap tanah dan mengalir ke laut dengan baik.

Akibatnya, banjir terjadi di perumahan warga. Tak hanya itu, banjir juga terjadi di sejumlah sekolah, salah satunya di wilayah Jakarta Utara.

Kepala Seksi Sarana dan Prasarana (Sarpas) Pendidikan Dasar (Dikdas) Jakarta Utara, Saeful mencatat sejak Minggu sampai Selasa kemarin puluhan sekolah di wilayahnya terendam banjir.

"Sekolah yang terkena banjir sampai masuk ke dalam kelas ada 31 sekolah dasar (SD), 5 sekolah menengah pertama (SMP), sedangkan 20 sekolah hanya kebanjiran di halamannya, dan 6 sekolah dijadikan tempat penampungan korban banjir," ujar Saeful dalam pesan singkat kepada wartawan, Rabu (22/1).

Menurutnya, aktivitas belajar mengajar di sekolah-sekolah tersebut sempat mengalami hambatan. Namun perlahan tapi pasti dari sekian banyak puluhan sekolah yang terendam aktivitas belajar kembali berangsur normal.

"Sempat terganggu, tapi sekarang sudah bisa teratasi, ada guru-guru satu-dua orang tak datang karena rumahnya terendam banjir, dia yang menjadi korban banjir," tandasnya.
More aboutBanjir di Jakarta Utara Rendam 56 Sekolah

Tanggul Ciliwung Jebol Banjir Jakarta Tambah Parah

BanjirJakarta.com - Tanggul Ciliwung Jebol Banjir Jakarta Tambah Parah. Sungai Ciliwung tidak bisa lagi menahan banyaknya debit air sehingga menyebabkan tanggul di sekitarnya jebol. Salah satunya tanggul Gardu Kebon Baru di Rt 09/ 09 Kelurahan Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan. Akibat tanggul yang dibangun pada tahun 2003 ini jebol, ratusan orang harus mengungsi dini hari ini.

"6 RW terendam, ketinggian bervariasi sampai 3 meter. Ratusan warga mengungsi di SD dan masjid," kata Kapolsek Tebet Kompol Ketut Sudharma kepada wartawan di Kebon Baru, Jakarta, Rabu (22/2).

Sampai saat ini pihak kepolisian bersama Tim SAR masih mengevakuasi korban-korban banjir tersebut. Mereka menyusuri banjir dengan perahu karet dan meminta agar warga mau mengungsi.

"Tetapi ada saja yang tidak mau dievakuasi. Mereka masih bertahan di lantai 2," sambung dia.

Dari pantauan merdeka.com, warga masih terlihat sibuk menyelamatkan barang berharga milik mereka. Sementara itu, sebagian listrik di Kebon Baru belum dimatikan oleh PLN.

Tanggul jebol sekitar pukul 23.00 WIB. Tanggul kini diperbaiki oleh warga dibantu TNI dan polisi.
More aboutTanggul Ciliwung Jebol Banjir Jakarta Tambah Parah