Banjir di Kelapa Gading Jakarta Utara 2014

BanjirJakarta.com - Berita Banjir di Kelapa Gading Jakarta Utara Januari 2014. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo kembali memantau banjir yang mengepung Ibu Kota. Kali ini, Jokowi memantau banjir yang menerjang kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Pantauan merdeka.com, ketinggian air di Kelapa Gading sudah mencapai 60-100 Cm. Jokowi menerobos banjir tersebut dengan menggunakan mobil dinasnya.

Politisi PDIP ini sempat memberhentikan kendaraannya ketika melihat banyaknya alternatif angkutan umum yang bisa dinaiki masyarakat, salah satunya delman atau andong. Masyarakat Kelapa Gading memang tidak bisa melewati Jalan Boulevard Barat Raya dengan menggunakan kendaraan bermotor, mereka lebih memilih untuk naik delman.

Jokowi menjelaskan alasan terjadinya banjir di kawasan perumahan elite tersebut. Salah satunya intensitas hujan yang tak kunjung berhenti dan banjir rob.

"Memang terjadi hujan deras di sekitar Pulogadung dan robnya naik. Problemnya ada di situ," ujar Jokowi di lokasi, Sabtu (18/01).

Setelah itu, Jokowi yang didampingi oleh Wali Kota Jakarta Utara Heru Budi Hartono melihat Waduk Kodamar TNI Angkatan Laut (AL) yang berada di depan Mal of Indonesia, Kelapa Gading.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Tata Air Jakarta Utara Wagiman Silalahi mengakui penyebab banjir yang terjadi di wilayah Kelapa Gading karena adanya penolakan warga di perumahan TNI AL Kelapa Gading yang enggan mengalirkan genangan dan banjir ke waduk tersebut.

"Warga menolak karena takut bila air dibuang akan membuat daerah tersebut banjir, padahal sebenarnya tidak akan seperti itu, masih aman kok," kata Wagiman.

Sebelumnya, LSM pemerhati lingkungan, Walhi, geram dengan ketidakpedulian masyarakat terhadap lingkungan. Walhi bahkan menyebut orang yang menyalahkan hujan atas terjadinya banjir musyrik.

"Yang namanya volume air tetap segitu enggak bisa berubah tapi gentongnya ini yang dikurangi. Kalau lama-lama hanya menyalahkan curah hujan nanti masyarakat ini takutnya musyrik, bilang banjir karena tuhan padahal hujan itu berkah," tegas Manajer Penanganan Bencana Walhi Nasional Mukri Friatna di dalam diskusi polemik Sindo Radio 'Bencana dan kita' di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu.

Menurut Walhi, bencana banjir dan longsor yang terjadi di daerah dikarenakan banyak hutan yang beralih fungsi. Dari data yang diberikan Walhi banyaknya hutan yang ditebang untuk pemukiman dan industri.